serupa.id

seni belajar untuk hidup

Model Pembelajaran Problem Solving (Penjelasan Lengkap)

kelebihan model problem solving

Pengertian Model Pembelajaran Problem Solving

Model pembelajaran problem solving adalah model yang mengutamakan pemecahan masalah dalam kegiatan belajar untuk memperkuat daya nalar yang digunakan oleh peserta didik agar mendapatkan pemahaman yang lebih mendasar dari materi yang disampaikan. Seperti yang diungkapkan Pepkin (dalam Shoimin, 2017, hlm. 135) bahwa metode problem solving adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan.

Problem solving dalam pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Mengapa? Karena dengan mengetahui cara menyelesaikan masalahnya, pembelajaran akan merekat jauh lebih dalam dan tidak mudah untuk dilupakan. Dampaknya hampir sama dengan pembelajaran kontekstual, karena pada akhirnya masalah adalah hal sehari-hari yang akan ditemui oleh siswa. Pemecahan masalah merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan pada abad-21 .

Sementara itu Purwanto (dalam Chotimah & Fathurrohman, 2018, hlm. 280-281) berpendapat bahwa model problem solving adalah suatu proses dengan menggunakan strategi, cara, atau teknik tertentu untuk menghadapi situasi baru, agar keadaan tersebut dapat dilalui sesuai keinginan yang ditetapkan.

Model ini sering disebut sebagai metode pula karena boleh dibilang merupakan salah satu penerapan problem based learning (PBL) yang sudah memiliki langkah-langkah konkret. Namun di balik itu, metode ini juga cukup dinamis untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan keadaan siswa atau sekolah. Oleh karena sifatnya yang dinamis, terdapat berbagai turunan dari model ini, misalnya model pembelajaran creative problem solving             .

Menurut Murray, Hanlie, et al. (dalam Huda, 2015, hlm. 273) model pembelajaran problem solving merupakan salah satu dasar teoretis dari berbagai strategi pembelajaran yang menjadikan masalah (problem) sebagai isu utamanya. Artinya akan terdapat beberapa tipe atau setting yang dapat dinaunginya.

Model problem solving adalah sebuah metode pembelajaran yang mengharuskan siswa berperan aktif dan mampu berpikir. Karena dalam problem solving siswa diharuskan mampu menganalisis materi mulai dengan mencari data sampai dengan menarik kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem solving adalah model yang memusatkan pembelajaran pada pemecahan masalah sehingga siswa dapat memperkuat daya nalar dengan menyusun cara, strategi, atau teknik baru untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Lalu seperti apa prosedur, sintaks, atau langkah-langkah dari model ini? Berikut adalah penjelasannya.

Sintaks Pembelajaran Problem Solving

Terdapat sintaks atau acuan dasar dari seluruh fase yang harus dilakukan dalam menyelenggarakan model pembelajaran problem solving. Menurut Chotimah & Fathurrohman (2018, hlm. 287-288) sintaks model pembelajaran problem solving terdiri dari 6 tahap sebagai berikut.

  • Merumuskan masalah Kemampuan ini diperlukan untuk mengetahui dan merumuskan masalah secara jelas.
  • Menelaah masalah Untuk menggunakan model problem solving, menelaah masalah diperlukan agar peserta didik dapat menggunakan pengetahuan untuk memerinci dan menganalisis masalah dari berbagai sudut.
  • Merumuskan hipotesis Kemampuan yang diperlukan lainnya adalah berimajinasi dan menghayati ruang lingkup, sebab-akibat, dan alternatif penyelesaian.
  • Mengumpulkan dan mengelompokkan data (sebagai bahan pembuktian hipotesis) Tahap ini berfungsi untuk memancing kecakapan mencari dan menyusun data serta menyajikan data dalam bentuk diagram, gambar, atau tabel.
  • Pembuktian hipotesis Kecakapan menelaah dan membahas data, kecakapan menghubung-hubungkan dan menghitung, serta keterampilan mengambil keputusan dan kesimpulan.
  • Menentukan pilihan penyelesaian Tahap ini akan membuat peserta didik mampu untuk membuat alternatif penyelesaian serta kecakapan menilai pilihan dengan memperhitungkan akibat yang akan terjadi pada setiap pilihan.

Langkah Langkah Model Pembelajaran Problem Solving

Terdapat langkah-langkah konkret yang dapat digunakan untuk menyelenggarakan model pembelajaran problem solving. Langkah-langkah pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem solving menurut Sani (2019, hlm. 243) adalah sebagai berikut.

  • Pendidik menjelaskan tujuan pembelajaran.
  • Guru memberikan permasalahan yang perlu dicari solusinya.
  • Pendidik (guru) menjelaskan prosedur pemecahan masalah yang benar.
  • Peserta didik mencari literatur yang mendukung untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru.
  • Siswa atau peserta didik menetapkan beberapa solusi yang dapat diambil untuk menyelesaikan permasalahan.
  • Peserta didik melaporkan tugas yang diberikan guru.

Tujuan Model Problem Solving

Dalam metode pembelajaran problem solving, pembelajaran tidak hanya difokuskan dalam upaya mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Justru bagaimana menggunakan segenap pengetahuan yang didapat tersebut adalah fokusnya. Dengan kata lain, model pembelajaran ini mengutamakan peningkatan keterampilan untuk menggunakan pengetahuan sebagiamana nantinya akan digunakan pada dunia nyata atau kehidupan sehari-hari.

Siswa yang dapat mengerjakan atau dapat memecahkan masalah yang diberikan oleh guru dapat dikatakan telah telah menguasai pelajaran dengan baik. Bersinggungan dengan hal tersebut, menurut Chotimah & Fathurrohman (2018, hlm. 282) tujuan dari pembelajaran problem solving adalah sebagai berikut.

  • Peserta didik menjadi terampil menyeleksi informasi yang relevan kemudian menganalisisnya dan akhirnya meneliti kembali hasilnya.
  • Kepuasan intelektual akan timbul dari dalam sebagai hasil intrinsik bagi peserta didik.
  • Potensi intelektual peserta didik meningkat.
  • Peserta didik belajar bagaimana melakukan penemuan dengan melalui proses melakukan penemuan.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Problem Solving

Setiap model pembelajaran pasti mempunyai kelebihan masing-masing. Salah satunya yakni model pembelajaran problem solving yang tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan pula. Di bawah ini akan dipaparkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari model ini.

Secara umum salah satu kelebihan dari model pembelajaran problem solving adalah meningkatnya daya kritis siswa dalam pembelajaran. Selain itu, menurut Shoimin (2017, hlm. 137-138) kelebihan dari model pembelajaran problem solving adalah sebagai berikut.

  • Membuat peserta didik lebih menghayati pembelajaran berdasarkan kehidupan sehari-hari.
  • Melatih dan membiasakan para peserta didik untuk menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil.
  • Dapat mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik secara kreatif.
  • Peserta didik sudah mulai dilatih untuk memecahkan masalahnya dari semenjak sekolah (sebelum memasuki kehidupan nyata).
  • Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
  • Membuat peserta didik berpikir dan bertindak kreatif.
  • Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis.
  • Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
  • Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
  • Merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan cara yang tepat.
  • Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.

Sementara itu, menurut Sanjaya (2016, hlm. 220) keunggulan dari metode problem solving adalah sebagai berikut.

  • Merupakan teknik pembelajaran yang cukup bagus agar siswa lebih memahami isi pelajaran.
  • Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
  • Dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
  • Membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
  • Dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.

Menurut Sanjaya (2016, hlm. 220) kelemahan dari metode problem solving adalah sebagai berikut ini.

  • Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
  • Keberhasilan strategi pembelajaran melalui PBL membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
  • Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin dipelajari.
  • Chotimah, C., & Fathurrohman, M. (2018). Paradigma Baru Sistem Pembelajaran dari Teori, Metode, Model, Media, Hingga Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
  • Huda, Miftahul. (2015). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Sani, R.A. (2019). Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Sanjaya, Wina (2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan ( Cetakan ke 12). Jakarta: Kencana Prenada Media.
  • Shoimin, A. (2017). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Artikel Terkait

Gabung ke percakapan.

Terima kasih, sangat membantu bagi saya, semakin mengerti model pembelajaran problem solving.

Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel.

Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel.

Tinggalkan Komentar

Juragan Desa

Juragan Desa

Widget atas posting, kelebihan dan kekurangan metode problem solving.

kelebihan model problem solving

Rikaariyani.com

Rikaariyani.com

Metode problem solving: pengertian, kelebihan dan kekurangan.

Metode Problem Solving: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan - salah satu metode pembelajaran yang perlu dipahami oleh seorang guru adalah metode problem solving . Melalui penggunaan metode problem solving diharapkan peserta didik belajar memecahkan masalah. Metode problem solving dinilai dapat melatih siswa berpikir kreatif saat menghadapi masalah pribadi maupun masalah kelompok. Melalui metode problem solving, peserta didik belajar secara mandiri mengidentifikasi penyebab masalah dan solusi dalam memecahkan masalah.   

Lalu apa saja kelebihan dan kekurang metode problem solving? Simak artikel berikut ini:

kelebihan model problem solving

Pengertian Metode Problem Solving Menurut Para Ahli

1. Rahmat  

Menurut Rahmat (2005), problem solving atau pemecahan masalah adalah proses berpikir memahami realitas dalam konteks pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan menghasilkan hal-hal baru (kreativitas).

2. Nana Sudjana

Menurut Nana Sudjana (2010), problem solving atau pemecahan masalah merupakan model yang digunakan untuk mengajarkan konsep dan prinsip kepada peserta didik. Metode problem solving ini menitikberatkan pada aktivitas belajar peserta didik dalam memecahkan masalah, baik individual maupun kelompok. Akivitas peserta didik dimulai dengan mengidentifikasi masalah, kemudian mencari alternatif pemecahan masalah, menilai setiap alternatif pemecahan masalah, dan menarik kesimpulan alternatif yang tepat sebagai jawaban dari masalah tersebut. 

4. Hamzah B. Uno

Menurut Hamzah B. Uno (2014: 13), problem solving adalah proses berpikir dalam memecahkan masalah dengan mengumpulkan fakta, menganalisis informasi, menyusun alternatif solusi, serta memilih solusi masalah yang lebih efektif. Artinya problem solving merupakan pencarian solusi melalui proses berpikir yang sistematis.

5. Lucenario

Menurut Lucenario dkk yang dikutip oleh Khoiriyah dan Husana (2018:151), problem solving adalah aktivitas yang membutuhkan seseorang untuk memilih jalan keluar yang dapat dilakukan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya.

Menurut Gagne yang dikutip oleh Made (2016: 52), mengemukakan bahwa problem solving dapat dipandang sebagai suatu proses untuk menemukan kombinasi dari sejumlah aturan yang dapat diterapkan dalam upaya mengatasi situasi yang baru. 

7. Purwanto

Menurut Purwanto, metode problem solving adalah suatu proses dengan menggunakan strategi, cara, atau teknik tertentu untuk menghadapi situasi baru, agar keadaan tersebut dapat dilalui sesuai keinginan yang ditetapkan.

Kelebihan Metode Problem Solving

Metode problem solving memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis

Setiap masalah pasti ada solusi, tetapi tidak semua masalah bisa dipecahkan dengan baik. Setiap orang berbeda-beda dalam menghadapi problema atau masalah. Dalam metode problem solving, peserta didik dituntun atau diarahkan bagaimana memecahkan suatu problem secara logis.

2. Merangsang perkembangan berpikir peserta didik

Metode problem solving (pemecahan masalah) dapat merangsang peserta didik untuk mampu berpikir dengan pola pemikiran yang maju agar ketepatan dalam menyelesaikan problem bisa tercapai.

3. Berpikir dan bertindak kreatif

Peserta didik dituntut untuk logis dalam berpikir sehingga masalah bisa terselesaikan dengan baik. Peserta didik juga dituntut untuk memiliki kreatifitas dalam memecahkan suatu problem sehingga problem tersebut bisa terselesaikan dengan baik.

4. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan

Selain di tuntut untuk berpikir logis dalam menghadapi masalah, peserta didik juga diberikan arahan dalam menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan dari solusi masalah yang diberikan sehingga siswa mengetahui bagaimana mengevaluasi hasil dari solusi masalah tersebut.

5. Melatih peserta didik untuk mendesain suatu penemuan

Peserta didik juga diarahkan untuk memiliki skill dalam menyiapkan suatu strategi dalam mengetahui suatu masalah sehingga bisa dievaluasi bagaimana cara penyelesaiannya.

Kekurangan metode problem solving

Adapun kekurangan metode problem solving adalah sebagai berikut:

1. Melibatkan lebih banyak orang

Metode problem solving (pemecahan masalah) ini bukan individualisme saja yang dikaitkan tetapi mengikutsertakan banyak orang untuk menyelesaikan problem yang muncul sehingga lamban terselesaikan.

2. Memerlukan banyak waktu

Selain melibatkan banyak orang, metode problem solving ini juga membutuhkan banyak waktu dalam menyelesaikan suatu masalah. 

*Artikel ini ditulis oleh Muhammad Syahdoe MZ, S.IP (Mahasiswa Pascasarjana UIN STS Jambi.

Baca juga artikel lainnya:

  • Kelebihan dan kekurangan metode demonstrasi  
  • Penggunaan metode demonstrasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa  

Post a Comment for "Metode Problem Solving: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan"

Menu halaman statis.

  • Privacy Policy

PerpusTeknik.com

Model Pembelajaran Problem Solving dan Sintaknya: Memecahkan Masalah dengan Gaya yang Santai

  • 1 Masalah, Masalah, Masalah…
  • 2 Belajar Problem Solving, Solusi untuk Masalah
  • 3 Tahapan Problem Solving
  • 4.1.1 Cara Menerapkan Model Pembelajaran Problem Solving
  • 4.1.2 Tips dalam Menerapkan Model Pembelajaran Problem Solving
  • 4.1.3 Kelebihan Model Pembelajaran Problem Solving
  • 4.1.4 Kekurangan Model Pembelajaran Problem Solving
  • 4.2.1 1. Apa perbedaan antara model pembelajaran problem solving dan pembelajaran konvensional?
  • 4.2.2 2. Bagaimana cara menilai kemampuan problem solving peserta didik?
  • 4.2.3 3. Apakah model pembelajaran problem solving hanya cocok untuk mata pelajaran tertentu?
  • 4.2.4 4. Bagaimana cara mengatasi kendala dalam menerapkan model pembelajaran problem solving?
  • 4.2.5 5. Apakah model pembelajaran problem solving hanya cocok untuk tingkat pendidikan tertentu?
  • 4.3.1 Share this:
  • 4.3.2 Related posts:

Masalah, Masalah, Masalah…

Belajar problem solving, solusi untuk masalah.

Namun, jangan khawatir! Ada sebuah model pembelajaran yang bisa membantu kita mengatasi semua masalah tersebut. Siapa lagi kalau bukan Model Pembelajaran Problem Solving! Melalui pendekatan ini, kamu akan belajar bagaimana cara memecahkan masalah dengan cara yang lebih santai.

Tahapan Problem Solving

Apa itu model pembelajaran problem solving, cara menerapkan model pembelajaran problem solving.

  • Identifikasi masalah yang akan diselesaikan. Peserta didik harus memahami masalah yang ada dengan jelas.
  • Analisis masalah. Peserta didik perlu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dan mencari informasi terkait masalah tersebut.
  • Pengembangan strategi pemecahan masalah. Pilih strategi yang paling tepat untuk mengatasi masalah berdasarkan analisis yang telah dilakukan.
  • Penerapan strategi. Peserta didik perlu menerapkan strategi yang telah dipilih dengan mengikuti langkah-langkah yang telah direncanakan.
  • Evaluasi hasil. Setelah penerapan strategi, peserta didik perlu mengevaluasi hasil yang telah dicapai dan memperbaiki jika diperlukan.

Tips dalam Menerapkan Model Pembelajaran Problem Solving

  • Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir secara kreatif dan mendengarkan pendapat dari berbagai sudut pandang.
  • Berikan tantangan dalam perumusan masalah, sehingga peserta didik dapat berlatih dalam mengidentifikasi masalah dengan baik.
  • Pentingkan kemampuan berkomunikasi dan kerjasama antarpeserta didik dalam mencari solusi terhadap masalah.
  • Berikan umpan balik yang konstruktif terhadap usaha yang telah dilakukan oleh peserta didik.
  • Berikan kesempatan untuk mencoba dan bereksperimen dengan berbagai strategi pemecahan masalah yang berbeda.

Kelebihan Model Pembelajaran Problem Solving

  • Mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mencari solusi terhadap masalah.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir sistematis dan logis.
  • Menghubungkan pengetahuan yang telah dipelajari dengan situasi dunia nyata.
  • Meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik karena mereka merasa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
  • Memperkuat keterampilan sosial, seperti kerjasama, komunikasi, dan negosiasi.

Kekurangan Model Pembelajaran Problem Solving

  • Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan suatu masalah karena melibatkan banyak tahapan.
  • Memerlukan pengetahuan dan keterampilan awal yang memadai agar peserta didik dapat berpartisipasi secara efektif dalam proses pemecahan masalah.
  • Tidak semua masalah dalam kehidupan nyata dapat diadaptasi ke dalam pembelajaran problem solving.
  • Harus ada pengawasan dan bimbingan yang baik dari pendidik agar peserta didik tetap terarah dan tidak tersesat dalam proses pemecahan masalah.
  • Tidak cocok untuk semua jenis pembelajaran dan kurikulum, terutama yang mengutamakan transfer informasi dan reproduksi pengetahuan.

Frequently Asked Questions

1. apa perbedaan antara model pembelajaran problem solving dan pembelajaran konvensional, 2. bagaimana cara menilai kemampuan problem solving peserta didik, 3. apakah model pembelajaran problem solving hanya cocok untuk mata pelajaran tertentu, 4. bagaimana cara mengatasi kendala dalam menerapkan model pembelajaran problem solving, 5. apakah model pembelajaran problem solving hanya cocok untuk tingkat pendidikan tertentu, share this:, related posts:.

kelebihan model problem solving

Metode Pembelajaran CTL: Belajar Sambil Santai Menyenangkan!

kelebihan model problem solving

Metode Pembelajaran Tipe STAD: Seru-Seruan Belajar Bareng!

kelebihan model problem solving

Metode Konstruktivisme adalah Pendekatan Belajar yang Melibatkan Siswa dalam Proses Konstruksi Pengetahuan

Ghaziya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

  • Privacy Policy
  • Syarat dan Ketentuan

Selamat Datang

logo

  • Kenaikan Pangkat

Media Pembelajaran

Metode Pembelajaran

Karya Inovatif

  • Admin Sekolah

Home / Metode Pembelajaran

Senin, 20 Juni 2022 - 06:55 WIB

Model Pembelajaran Problem Solving

kelebihan model problem solving

Pembelajaran Problem Solving – Pendidikan merupakan suatu upaya untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Maka dari itu, semakin bertambah tahun, bertambah pula kreasi maupun inovasi pendidikan. Mulai dari inovasi pada kurikulum, model pembelajaran, strategi serta format pada dokumen administrasi pendidikan.

Dari segi kurikulum sendiri, pemerintah sedang mencanangkan terlaksananya Kurikulum Merdeka. Kelak di tahun 2024, Kurikulum Merdeka akan diterapkan di seluruh Indonesia. Kemudian di sisi strategi pendidikan hari ini, mulai banyak inovasi yang dibuat oleh para pakar pendidikan.

Salah satu inovasi pendidikan yang menjadi perbincangan publik hari ini yakni kehadiran model pembelajaran. Dalam pendidikan, model pembelajaran diperlukan untuk ketercapaian target pada proses belajar mengajar.

Model belajar sendiri terkadang bisa diterapkan dengan memodifikasi beberapa model. Sebab terkadang satu model saja belum mampu mencukupi kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Apalagi bila peserta didik datang dari berbagai latar pendidikan dengan tingkat kemampuan dimana perbedaannya sangat kentara. Tentu guru harus memikirkan dengan matang model seperti apa yang diterapkan. Salah satu yang menjadi perbincangan hari ini yakni model pembelajaran problem solving .

Definisi Model Pembelajaran Problem Solving

Model pembelajaran problem solving merupakan model yang berorientasi pada pemecahan masalah. Rangkaian kegiatannya berpusat pada strategi, teknik maupun cara untuk bisa memperkuat nalar dan daya kritis peserta didik khususnya berkaitan dengan materi yang disampaikan guru.

Dalam pelaksanaan pembelajaran, problem solving memegang peranan penting. Jika peserta didik mengetahui cara penyelesaian masalah,maka pembelajaran akan lebih masuk dalam ingatan. Biasanya guru akan mengawali dengan menyampaikan beberapa studi kasus untuk dikaji. Beberapa unsur pelaksanaan pembelajaran solving yakni :

Pertama , peserta didik tidak mampu mengenali maupu  mengidentifikasi cara dalam penyelesaian suatu masalah. Hal ini biasanya terjadi lantaran mereka tak terbiasa melakukannya.

Apalagi pada zaman serba canggih sekarang, sebagian besar peserta didik mulai ikut dalam arus generasi rebahan. Walhasil, alih – alih belajar untuk menyelesaikan masalah malah mereka mencari pelarian berupa hiburan. Selain itu, sifat manja yang masih melekat pada generasi juga menjadi kendala dan menghambat peserta didik untuk belajar mencari solusi.

Kedua , peserta didik sudah mendapatkan bahan maupun materi pengantar dari guru. materi yang dimaksud yakni materi terkait topik yang akan dipelajari sekaligus sosialisasi model pembelajaran problem solving.

Ketiga , peserta didik memberikan beberapa soal yang mudah dimengerti oleh peserta didik.

Keempat , peserta didik memiliki tekad dalam pemecahan dan penyelesaian soal yang sudah diberikan oleh guru.

Tujuan Pembelajaran Problem Solving

Semua model pembelajaran yang diterapkan tentu memiliki tujuan masing – masing selain tujuan utama agar peserta didik dapat menyerap materi semaksimal mungkin. Adapun tujuan pembelajaran problem solving menurut Chotimah dan Fathurrohman (2018) yakni :

Pertama , pembelajaran tersebut dapat menjadikan peserta didik untuk meningkatkan keterampilan pada proses penyeleksian informasi yang relevan. Selain itu, peserta didik berpartisipasi dalam proses analisis serta melakukan penelitian pada hasil yang sudah diperoleh.

Kedua , pembelajaran tersebut dapat memunculkan adanya kepuasan intelektual pada diri peserta didik. mengapa demikian? Sebab mereka melakukan kegiatan pembelajaran tersebut secara mandiri. Sehingga mereka dapat merasakan suasana pembelajaran yang mereka cari dan pecahkan masalahnya sendiri bersama teman sekelas.

Ketiga, pembelajaran tersebut dapat meningkatkan potensi intelektual para peserta didik.

Keempat , pembelajaran tersebut dapat mengajarkan peserta didik cara berpartisipasi dalam kegiatan penemuan solusi.

Karakter Model Belajar Problem Solving

Adapun beberapa karakter dari pembelajaran problem solving yakni :

Pertama , terdapat pengajuan pertanyaan maupun masalah oleh guru.

Kedua , pembelajaran problem solving dapat mengorganisasikan pengajaran di sekitar masalah maupun pertanyaan sosial. Keduanya tentu penting dan memberikan makna tersendiri bagi peserta didik.

Ketiga , pembelajaran berfokus pada prinsip keterkaitan yang disiplin.

Keempat , masalah yang akan diselesaikan pada pembelajaran problem solving bisa ditinjau kembali dengan pemecahan masalah di setiap mata pelajaran.

Kelima, pembelajaran problem solving mewajibkan peserta didik untuk melakukan penyelidikan autentik. Peserta didik wajib melakukan analisis dalam proses pendefinisian masalah, pengembangan hipotesis, pembuatan perkiraan, pembuatan maupun pengumpulan eksperimen dan pembuatan inferensi serta perumusan kesimpulan.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Problem Solving

Pembelajaran problem solving memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihannya yakni dapat membantu peserta didik meningkatkan daya kekritisan peserta didik. kemudian, pembelajaran tersebut juga menjadikan peserta didik untuk selalu terbiasa menyelesaikan berbagai masalah. Sedangkan kelemahannya, peserta didik tak dapat memiliki kepercayaan sendiri bahwa masalah yang sudah guru berikan padanya sulit untuk diselesaikan. Kemudian, salah satu kelemahannya yakni kurangnya waktu yang memadai sebab membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Sintaks Model Pembelajaran Problem Solving

Setelah memahami definisi dan unsur pelaksanaannya, penting bagi anda untuk mengenali sintaks pembelajaran model problem solving. Hal ini bertujuan agar anda dapat menerapkannya dengan benar.

1.    Mengklarifikasi Masalah

Langkah pertama yakni mengklarifikasi masalah. Aktivitas ini mewadahi kegiatan dimana guru akan memberi penjelasan pada peserta didik berkaitan dengan masalah yang mau diajukan.

Tujuannya, supaya peserta didik memahami tata cara dalam penyelesaian masalah dan model seperti apa yang akan diharapkan dari penyelesaian tersebut. Di langkah ini, guru harus memastikan bahwa peserta didik memahami perannya yakni sebagai problem solver.

Sang guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Jika guru baru pertama kali menerapkannya, maka usahakan peserta didik sudah mengetahui petunjuk teknis dan panduan pelaksanaannya. Mengapa hal itu penting? Sayang rasanya bila penerapan model tersebut gagal lantaran sejak awal peserta didik tak memahami mekanisme pembelajaran yang sedang diterapkan.

2.    Mengungkapkan Pendapat

Langkah kedua yakni mengungkapkan pendapat. Langkah ini mengharuskan para peserta didik  untuk memberikan argumentasi secara bergantian khususnya untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

Sebisa mungkin guru mengawasi serta memastikan bahwa seluruh peserta didik baik peserta aktif maupun pasif ikut memberikan argumentasi. Hal ini linear dengan diterapkannya problem solving untuk mengembangkan kemampuan berargumen berdasar data yang valid.

3.    Mengevaluasi dan Memilih

Langkah ketiga yakni membagi peserta didik dalam beberapa kelompok baik secara random maupun urutan supaya bisa melakukan diskusi untuk menemukan cara yang paling tepat digunakan sebagai solusi serta melakukan evaluasi.

Sebagai saran, jika ingin membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok, pastikan komposisi kelompok sudah pas. Namun bila menggunakan aplikasi random, tentu anda tidak bisa memodifikasinya.

Sehingga kebutuhan penentuan anggota kelompok disesuaikan saja dengan kemampuan peserta didik. Jika memang dalam kelompok tersebut ada grup yang isinya beranggotakan low-thinker alangkah baiknya bila ditukar atau ganti dengan salah satu anggota grup yang lain.

4.    Langkah Implementasi

Langkah keempat yakni menerapkan cara yang sudah dipilih dan efektif menurut perspektif kelompok masing – masing sampai akhirnya case-closed dan pembelajaran dapat diakhiri.

Nah demikian artikel mengenai pembelajaran problem solving dan beberapa langkah penerapannya.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota  e-Guru.id  dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada  link ini  atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id !

kelebihan model problem solving

Artikel Terbaru

  • Jadwal dan Tahapan Tes Seleksi CPNS dan PPPK 2024 yang Perlu Anda Ketahui
  • Fokus Pada 3 Kategori, Berikut Pelamar Prioritas PPPK Guru 2024
  • Cara Pengajuan Penerbitan SKTP dan Tamsil Guru 2024
  • SKTP Belum Valid? Jangan Harap Tunjangan Sertifikasi Triwulan 1 Cair
  • Rincian Besaran Tambahan Penghasilan Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi di Tahun 2024

Zenius Fellow

kelebihan model problem solving

  • Zenius untuk Guru

Pembelajaran Pendekatan Pemecahan Masalah (Problem Solving) – Zenius untuk Guru

  • Posted by by Zenius untuk Guru
  • Mei 15, 2022

Bapak dan Ibu Guru, pasti pernah dong bermain teka-teki? Atau, justru sering memecahkannya untuk mengisi waktu luang?

Nggak hanya untuk hiburan Bapak dan Ibu Guru, teka-teki juga bisa digunakan di kelas, lho. Contohnya, sebelum memulai pelajaran IPA, kita bisa memberikan pertanyaan atau teka-teki yang merangsang pemikiran siswa. 

Nah, coba perhatikan teka-teki di bawah ini.  

Gigiku panjang, tapi juga pendek. Gigiku berakhir dengan cepat. Siapakah aku?

Dari teka-teki di atas, mintalah siswa untuk mencari jawabannya sendiri. Biarkan mereka berpikir kreatif dan berimajinasi akan kemungkinan jawabannya.

Kalau menurut Bapak dan Ibu Guru sendiri, kira-kira apa jawabannya? 

Iya, betul banget. Jawabannya adalah petir!

Setelah siswa berhasil menjawab, Bapak dan Ibu Guru bisa mengaitkan jawabannya dengan materi. Misalnya, materi tentang proses terjadinya petir atau fenomena listrik statis.

Wah, teka-teki menyenangkan juga, ya. Tapi, tahu nggak Bapak dan Ibu Guru? Teka-teki bisa bantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah atau problem solving , lho.

Teka-teki membantu kita untuk berpikir logis, menguji prediksi, memecahkan masalah, dan menggunakan penalaran Matematika. Bahkan, dengan bermain teka-teki, kemampuan kerjasama atau kolaborasi juga meningkat.

Sebab itu, teka-teki bisa jadi salah satu media dalam model pembelajaran pemecahan masalah. Meskipun awalnya membingungkan, teka-teki memaksa siswa untuk berpikir tentang cara menyederhanakan informasi. Inilah keterampilan yang bermanfaat untuk pemecahan masalah.

Selain teka-teki, apa saja kegiatan yang bisa dilakukan dalam pembelajaran pendekatan pemecahan masalah? Yuk, kita bahas bersama, Bapak dan Ibu Guru.

Apa yang Dimaksud Pemecahan Masalah?

Pastinya, kita sudah nggak asing lagi dengan yang namanya masalah. Karena, setiap individu dihadapkan dengan suatu permasalahan yang menuntut penyelesaian.

Contohnya, setelah lulus S1, saya ingin melanjutkan pendidikan S2. Tapi, biaya yang dibutuhkan nggak sedikit. Nah, penyelesaiannya adalah dengan saya tetap harus bekerja sambil berkuliah atau mencari beasiswa.

Dalam buku Belajar dan Pembelajaran, Teori dan Praktik (2015) dijelaskan bahwa pemecahan masalah adalah proses pemikiran dan pencarian jalan keluar. Macam-macam metode pemecahan masalah di antaranya lewat pengalaman masa lalu, berdasarkan firasat, trial and error , pemikiran ilmiah, dan secara rasional.

Dalam prosesnya, ada empat tahap yang dilalui seseorang untuk menyelesaikan masalah. Prosedur pemecahan masalah selengkapnya bisa dilihat di gambar berikut ini.

empat fase pemecahan masalah

Lefudin dalam bukunya Belajar & Pembelajaran (2017) juga menyebutkan bahwa pemecahan masalah mempunyai strategi tersendiri. Beberapa di antaranya adalah melalui gambar atau diagram, menemukan pola, membuat tabel, memperhatikan semua kemungkinan secara sistematik, atau menebak dan memeriksa.

Lalu, bagaimana kaitannya pemecahan masalah ini dalam pembelajaran?

Baca Juga: Problem Based Learning, Belajar dari Masalah

Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran

Nggak cuma ditemui dalam kehidupan sehari-hari, suatu persoalan dalam pembelajaran juga termasuk masalah yang harus diselesaikan. Jika sering dihadapkan pada suatu masalah di kelas, siswa akan terbiasa untuk mencari jalan keluarnya.

Menurut buku Metodologi Pengajaran (2016), pembelajaran pendekatan pemecahan masalah menggunakan kegiatan yang melatih siswa untuk menghadapi berbagai masalah agar dipecahkan sendiri atau bersama-sama. Di pendekatan ini, orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang didasarkan pemecahan masalah.

tujuan pembelajaran problem solving

Jadi, model pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar dari proses penggunaan pengetahuan dan keterampilan yang sudah dimiliki untuk memecahkan masalah.

Baca Juga : Ragam Strategi Pembelajaran

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Pemecahan Masalah

Untuk menerapkan pembelajaran pendekatan problem solving , ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Di antaranya:

  • Merumuskan masalah , untuk mengetahui dan merumuskan masalah secara jelas. 
  • Menelaah masalah , dengan menggunakan pengetahuan untuk merinci dan menganalisis masalah dari berbagai sudut.
  • Merumuskan hipotesis , sehingga siswa bisa berimajinasi dan memahami ruang lingkup, sebab akibat, serta alternatif penyelesaian.
  • Mengumpulkan dan mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian hipotesis.
  • Pembuktian hipotesis, dengan mengkaji dan membahas data.
  • Menentukan penyelesaian masalah , melalui kegiatan penarikan kesimpulan dan memperhitungkan akibat yang terjadi.

Setelah memperhatikan langkah-langkahnya, kita juga harus memilih bahan pelajaran yang mempunyai permasalahan. Nggak terbatas dari buku sekolah saja, materi juga bisa didapatkan dari lingkungan sekolah atau peristiwa di masyarakat. 

Contohnya, masalah banjir yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Selain menemukan solusi alternatif dari masalah ini, kita juga bisa mengajarkan siklus air, proses terjadinya hujan, pentingnya mendaur ulang sampah, dan menjaga lingkungan.

Menurut Gulo dalam Belajar dan Pembelajaran, Teori dan Praktik (2015), ada beberapa kriteria dalam memilih materi pelajaran, yaitu:

  • Materi bersifat isu konflik atau kontroversial.
  • Materi bersifat umum sehingga tidak asing dan mudah dipahami siswa.
  • Materi pelajaran mendukung pengajaran dan sesuai dengan kurikulum sekolah.
  • Materi mencakup kepentingan banyak orang dalam masyarakat.
  • Materi pelajaran bisa mengembangkan kelas dan membantu mencapai tujuan pembelajaran.
  • Materi menjamin kesinambungan pengalaman siswa.

Nah, selain materi pelajarannya, satu hal lagi yang nggak kalah penting. Bapak dan Ibu Guru perlu menggabungkan pendekatan pemecahan masalah dengan berbagai media pembelajaran.

Kalau ingin menggunakan media pembelajaran yang kreatif, Bapak dan Ibu Guru bisa baca informasinya di artikel 6 Tips Membuat Pembelajaran Kreatif .

Sekarang, mari kita lanjut membahas bagaimana menerapkan pemecahan masalah di kelas.

Baca Juga: Model Pembelajaran Discovery Learning

Contoh Pembelajaran Problem Solving

Dalam memecahkan masalah, siswa perlu menganalisis materi, memahaminya, dan menarik kesimpulan. Karena itu, pendekatan pemecahan masalah mengharuskan siswa berperan aktif dan bisa berpikir kritis.

Nah, seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Salah satu contoh pendekatan pemecahan masalah dalam pembelajaran IPA adalah menggunakan media teka-teki.

morfologi jenis-jenis daun dalam bentuk teka-teki untuk pembelajaran

Menurut Jurnal Riset Pendidikan Dasar, Efektivitas Model Creative Problem Solving dengan Media Teka-Teki Silang Daun Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Sekolah Dasar (2018), diketahui kalau teka-teki silang bisa meningkatkan aktivitas pembelajaran sebesar 82,3%. Penelitian ini juga menemukan kalau hasil belajar siswa lebih baik dibandingkan dengan model pemecahan masalah yang nggak menggunakan media teka-teki.

Tapi, nggak hanya pelajaran IPA saja, teka-teki juga bisa diterapkan untuk ilmu lain. Contohnya, model pembelajaran IPS SD dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah.

Wah, ternyata teka-teki bermanfaat banget dalam pembelajaran. Selain teka-teki dan kegiatan di kelas, Bapak dan Ibu Guru juga bisa mendorong kemampuan pemecahan masalah siswa melalui buku atau film.

Kaitannya sama buku dan film, saya punya rekomendasi nih, Bapak dan Ibu Guru. Salah satu buku yang bisa mengembangkan kemampuan pemecahan masalah kita adalah Detective Conan (1994–sekarang). 

Disajikan dalam bentuk komik, Detective Conan mengajak kita untuk berpikir dan memecahkan kasus yang diceritakan. Penyampaiannya juga cukup ringan, tapi bisa meningkatkan rasa penasaran. 

Jadi, kita bisa sama-sama berlatih memecahkan masalah lewat komik Detective Conan . Kalau Bapak dan Ibu Guru atau siswa nggak begitu tertarik dengan komik, ada juga video animasi dan filmnya.

Selain tentang pemecahan masalah, ada juga rekomendasi buku terkait pendidikan lainnya yang bisa Bapak dan Ibu Guru baca. Klik tautan di bawah ini, ya!

Baca Juga : Rekomendasi Buku Bertema Pendidikan untuk Guru

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Pendekatan Masalah

Setiap hal ada kelebihan dan kekurangannya, termasuk pendekatan pembelajaran yang satu ini. 

Dalam menerapkan pembelajaran pendekatan pemecahan masalah, kelebihannya antara lain:

  • Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
  • Mengembangkan pemikiran dan tindakan kreatif.
  • Siswa terbiasa untuk memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis.
  • Memudahkan siswa dalam mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
  • Siswa bisa menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
  • Merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
  • Membuat pengetahuan yang didapatkan di sekolah lebih relevan dengan kehidupan nyata.

Sementara itu, kekurangan dari model pembelajaran problem solving di antaranya:

  • Sulitnya menerapkan metode ini untuk beberapa pokok bahasan.
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan metode pembelajaran yang lainnya.

Nah, dari kelebihan dan kekurangannya di atas, apakah Bapak dan Ibu Guru sudah menentukan? Kira-kira, ingin menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau nggak di kelas?

Demikian penjelasan tentang pembelajaran pendekatan pemecahan masalah. Semoga artikel ini bisa membantu Bapak dan Ibu Guru dalam memilih pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kelas.

Selain memilih pendekatan pembelajarannya, Bapak dan Ibu Guru juga bisa memanfaatkan LMS (Learning Management System) Zenius untuk Guru. Ada ratusan video materi dan latihan soal yang bisa dibagikan ke siswa lewat kelas virtual. Penasaran? Langsung saja klik gambar di bawah ini!

lms zenru

Model Pembelajaran Problem Solving (Penjelasan Lengkap) – Serupa (2022)

Belajar & Pembelajaran, Dilengkapi dengan Model Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran dan Metode Pembelajaran – Lefudin (2017)

Efektivitas Model Creative Problem Solving dengan Media Teka-Teki Silang Daun Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Sekolah Dasar – Erwin Putera Permana (2018)

Belajar dan Pembelajaran, Teori dan Praktik – M. Thobroni (2015)

Metodologi Pengajaran – Jumanta Hamdayama (2016)

Leave a Comment

Tinggalkan balasan batalkan balasan.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Tripven

Home » Pembelajaran » Model Pembelajaran Problem Solving

Model Pembelajaran Problem Solving

Februari 16, 2020 8 min read

Model Pembelajaran Problem Solving

Ketika aktivitas pembelajaran diadakan, guru dituntut untuk mempunyai rencana dan strategi. Ini bertujuan agar siswa bisa menyerap dan memahami materi pelajaran dengan efektif dan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan.

Salah satu upaya agar tujuan tersebut terwujud maka dibentuklah beberapa model, taktik dan strategi. Salah satu metode dan model yang akan dibahas kali ini adalah problem solving .

Model pembelajaran problem solving adalah alur yang dipakai untuk panduan dalam melaksanakan dan menyiapkan belajar mengajar di kelas.

Metode problem solving juga bisa diartikan langkah dalam presentasi materi yang mana masalah digunakan sebagai tumpuan untuk dibahas, disintesis dan dianalisis untuk bisa memperoleh solusi/pemecahan masalah.

Pengertian Problem Solving Menurut Para Ahli

Metode problem solving adalah pendekatan pembelajaran yang di dalamnya terdapat tujuan, langkah-langkah sebuah aktivitas, lingkungan dan manajemen pembelajaran yang ada di kelas untuk menyelesaikan masalah.

Hamdani, (2011:84)

Pembelajaran problem solving adalah aktivitas belajar mengajar yang menuntut siswa untuk bisa menemukan solusi dari masalah mulai dari masalah dalam grup maupun individu. Tujuan utama pembelajaran ini adalah untuk menyelidiki dan meneliti dasar dari pemecahan masalah.

Hidayati (2008)

Beliau mengungkapkan bahwa metode ini dilandasi dari kepercayaan terhadap kenyataan bahwa pembelajaran tidaklah hanya melakukan ceramah dan saling berkomunikasi dan transfer ilmu satu arah kepada peserta didik.

Namun pembelajaran juga merupakan langkah untuk investigasi, menganalisa, penelitian dan berpikir secara mandiri untuk memperoleh solusi dari permasalahan.

Crow dan Crow (Hamdani, 2011:84)

Berpendapat bahwa problem solving merupakan langkah untuk mempresentasikan mata pelajaran dengan memotivasi peserta didik untuk dapat menemukan solusi dari suatu masalah agar kompetensi dasar bisa diraih.

Berlandaskan ungkapan para ahli di atas bisa diambil esensi, bahwa pembelajaran problem solving adalah melaksanakan pengajaran. Agar peserta didik siap menghadapi segala permasalahan baik di pelajaran dan dunia nyata. Dan peserta didik bisa menyiapkan berbagai rencana untuk mengatasi permasalahan dengan memperoleh informasi sebanyak mungkin untuk melakukan hipotesis dan melakukan kesimpulan.

Langkah-Langkah Problem Solving atau Sintaks Problem Solving

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Problem Solving atau Sintaks Problem Solving

Terdapat enam sesi dalam model problem solving ini, berikut adalah sesi dan langkahnya:

  • Menentukan masalah yang pantas dan dirasa penting.
  • (Merumuskan Masalah) Mencari dan menganalisa masalah.
  • Memahami masalah.
  • Memformulasikan hipotesis
  • Menghimpun dan mengkategorikan informasi sebagai fakta dari hipotesis.
  • Membuktikan hipotesis.
  • Memutuskan cara penanggulangan masalah.

Setelah beberapa langkah-langkah umum yang biasa dilakukan dalam pembelajaran problem solving mari kita simak langkah-langkah khusus yang terdapat pendidikan yang levelnya lebih tinggi:

  • Menjelaskan masalah.
  • Brainstorming atau mengungkapkan semua masalah yang ada.
  • Menghimpun data dan informasi.
  • Melakukan diskusi terkait data dan infromasi yang ditemukan untuk menyelesaikan masalah.
  • Mengungkapkan solusi dari masalah yang ada (presentasi)
  • Melakukan evaluasi dan refleksi.

Kelebihan dan Kekurangan

Kekurangan problem solving.

Berikut merupakan kelemahan dari pembelajaran pemecahan masalah yang diungkapkan oleh Djamarah (2010:93):

  • Siswa bisa saja sulit untuk menganalisa level kesulitan dari masalah. Ini mengacu pada level berpikir siswa pada tingkat kelas yang ada. Karena pengalaman dan pengetahuan bisa saja kurang.
  • Pembelajaran ini memerlukan waktu yang tidak sedikit. Ini disebabkan saat proses klasifikasi atau kategorisasi masalah memerlukan waktu yang lama.
  • Siswa belum terbiasa dengan pembelajaran problem solving. Sebab di Indonesia pada aktivitas pembelajaran sering menggunakan metode ceramah sehingga siswa jarang aktif untuk berpikir secara mandiri.

Kelebihan Problem Solving

Hal ini ini diungkapkan oleh Djamarah (2010:92), berikut diantaranya:

  • Model ini bisa menjadikan pendidikan yang ada di kelas lebih berguna secara langsung dengan dunia nyata siswa.
  • Aktivitas problem solving bisa membuat siswa lebih fleksibel dalam menghadapi segala masalah yang ada di kehidupan, baik masalah individu dan grup.
  • Aktivitas model pembelajaran ini memicu daya pikir siswa menjadi lebih dalam dan luas dalam menghadapi masalah dan aktivitas belajar. Siswa juga bisa lebih terstruktur dan sistematis dalam menghadapi segala permasalahan hidup.

' src=

  • Pembelajaran

Bagaimana Teknik Pembelajaran Dapat Digunakan untuk Merancang Gaya Rambut…

' src=

Experiential Learning

Model pembelajaran kolaboratif, tinggalkan balasan batalkan balasan.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Gurubantu.com︱Blog Berbagi Doc & Informasi

Gurubantu.com︱Blog Berbagi Doc & Informasi

Keunggulan dan kelemahan metode berbasis masalah (problem solving).

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) merupakan metode yang modern dalam arti benar - benar melibatkan murid - murid dalam proses belajar yang menuntut kreativitas inisiatif dan logika. Metode ini akan dirasakan berat jika sebelumnya seseorang sudah terbiasa menerima pelajaran dengan metode ceramah.

Karena metode Pemecahan Masalah ini menuntut kegiatan berfikir logis dan sistematis maka metode ini baik sekali jika digunakan bagi pemecahan problema yang memiliki beberapa atau berbagai kunci penyelesaian, atau beberapa alternatif.

kelebihan model problem solving

Soal-soal yang hanya memiliki satu jawaban saja tidak tepat dijadikan bahan untuk metode Pemecahan Masalah. Tetapi jika pertanyaan (problema) itu berupa pertanyaan: "Apa yang dapat dan harus dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi di daerah X", maka persoalan semacam itu akan mengundang berbagai ragam pendapat yang timbul karena muncul dari berbagai sudut pandangan pula.

Dengan demikian, metode Pemecahan Masalah digunakan bila bahan pelajaran yang akan diberikan mengandung beberapa macam alternatif jawaban bagi keperluan pemecahan masalah itu. Atau, jika bahan pelajaran itu menuntut berfikir analisa (sistem analisis). 

Berikut ini adalah Keunggulan dan kelemahan dari penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah:

a. Keunggulan

Sebagai suatu strategi pembelajaran, Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah memiliki beberapa keunggulan, di antaranya: 

  • Pemecahan masalah (problem solving) merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk masalah-masalah dalam kehidupan nyata.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. Di samping itu, pemecahan masalah itu juga dapat mendorong untuk melakukan evaluasi sendiri baik terhadap hasil maupun proses belajarnya.
  • Melalui pemecahan masalah (problem solving) bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran (bahasa Indonesia , sejarah, dan lain sebagainya), pada dasarnya merupakan cara berpikir dan sesuatu yang harus dimengerti oleh siswa bukan hanya sekedar belajar dari guru atau dari buku-buku saja. 
  • Pemecahan masalah (problem solving) dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat mengembangkan kemampuan siswa  untuk  berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
  • Pemecahan masalah (problem solving) dapat mengembangkan minat siswa untuk secara  terus menerus belajar sekali pun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.

b.    Kelemahan

Disamping keunggulan, Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah juga memiliki kelemahan diantaranya:

  • Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
  • Keberhasilan strategi pembelajaran melalui problem solving membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
  • Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka meeka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari.

Metode pemecahan masalah (problem solving) bukan hanya sekadar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metodemetode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan atau dengan arti lain metode pemecahan masalah adalah suatu cara mengajar yang merangsang dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk atas inisiatif sendiri mampu melakukan analisis dan sintesis terhadap persoalan yang dihadapi sehingga diperoleh penyelesaiannya. 

Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis pemecahan masalah ini para siswa dihadapkan kepada suatu masalah dan mereka diharuskan mencari sendiri cara pemecahan atau penyelesaiannya. Hal itu akan mendorong para siswa untuk belajar melakukan analisis dan kemudian sintesis setelah kunci pemecahan masalah itu ditemukan.

Metode pembelajaran yang berbasis  pemecahan masalah  sudah jelas mencoba membimbing para siswa agar mampu berpikir logis, dapat menemukan sebab akibat, dan menemukan kunci permecahan masalah serta menyimpulkannya menjadi suatu jawaban yang diharapkan. Mendidik para siswa untuk mau menggunakan akalnya sendiri dan bukan hanya dapat menerima sesuatu dari orang lain merupakan suatu cara yang harus dikembangkan dalam pembaharuan dan penyempurnaan pendidikan pada umumnya dan metode mengajar pada khususnya di sekolah.

Melihat  model pembelajaran berbasis pemecahan masalah akan dapat merangsang dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk atas inisiatif sendiri mampu melakukan analisis dan sintesis terhadap persoalan yang dihadapi sehingga diperoleh penyelesaiannya.

Maka jelas bahwa untuk dapat melakukan analisis diperlukan terlebih dahulu suatu usaha pengumpulan data. Kemudian diperlukan kemampuan untuk melihat relasi antara data yang telah terkumpulkan atau dengan kata lain mencari sebab akibat antara data yang terkumpul. Setelah itu mempradugakan suatu pendapat yang bisa disebut „hipotesis“. Kemudian menguji kebenaran hipotesis dengan mengolah data yang diperoleh. Dan akhirnya, menarik kesimpulan atau membuat suatu sintesis. 

Cara berfikir seperti yang dilalui di atas biasanya dinamakan “berpikir secara ilmiah”. Cara semacam itu mengikuti jenjang-jenjang tertentu untuk sampai pada pemecahan masalahnya. Cara berpikir semacam itu, walaupun terasa agak lama, menghasilkan suatu kesimpulan atau pendapat yang diyakini kebenarannya karena seluruh proses pemecahan masalah diikuti, diteliti dan dikontrol mulai dari data pertama sampai yang terakhir. Demikian pula dengan proses analisis dan sintesisnya. 

Nyata bahwa metode mengajar  berbasis pemecahan masalah ini menuntut suatu cara bekerja yang sistematis. Keberhasilan belajar siswa yang ditunjukkan oleh nilai belajar yang tinggi terwujud, sangat tergantung dengan kemampuan dan keterampilan guru memanfaatkan metode pembelajaran. Penggunaan berbagai metode pembelajaran justru dimaksudkan agar para siswa dapat berkembang dan memperoleh kepribadiannya dan bukan menjadi seonggok atau setumpuk ilmu pengetahuan belaka. Dalam hal itulah metode pembelajaran yang berbasis pemecahan masalah memiliki kelebihannya. Metode pembelajaran yang berbasis pemecahan masalah ini tidak bermaksud membentuk manusia yang memiliki “pengetahuan siap” melainkan suatu pribadi yang mampu menghadapi setiap persoalan dengan akalnya. 

Mungkin lebih mudah mengajarkan bahan-bahan pelajaran kepada para siswa dengan cara memberitahukan atau mendiktekan dan menyuruh hafalkan daripada memberikan kesempatan untuk memikirkan sendiri cara memecahkan atau mencari penyelesaian bagi suatu masalah yang disodorkan .Tetapi, sesuatu “yang mudah” belum tentu baik dan sesuatu “yang sukar” belum tentu buruk.

Kompas.com

  • Mode Terang
  • Gabung Kompas.com+
  • Konten yang disimpan
  • Konten yang disukai
  • Berikan Masukanmu

www.kompas.com

  • Megapolitan
  • Surat Pembaca
  • Kilas Daerah
  • Kilas Korporasi
  • Kilas Kementerian
  • Sorot Politik
  • Kilas Badan Negara
  • Kelana Indonesia
  • Kalbe Health Corner
  • Kilas Parlemen
  • Konsultasi Hukum
  • Infrastructure
  • Apps & OS
  • Tech Innovation
  • Kilas Internet
  • Elektrifikasi
  • Timnas Indonesia
  • Liga Indonesia
  • Liga Italia
  • Liga Champions
  • Liga Inggris
  • Liga Spanyol
  • Internasional
  • Sadar Stunting
  • Spend Smart
  • Smartpreneur
  • Kilas Badan
  • Kilas Transportasi
  • Kilas Fintech
  • Kilas Perbankan
  • Tanya Pajak
  • Kilas Investasi
  • Sorot Properti
  • Tips Kuliner
  • Tempat Makan
  • Panduan Kuliner Yogyakarta
  • Beranda UMKM
  • Jagoan Lokal
  • Perguruan Tinggi
  • Pendidikan Khusus
  • Kilas Pendidikan
  • Jalan Jalan
  • Travel Tips
  • Hotel Story
  • Travel Update
  • Nawa Cahaya
  • Ohayo Jepang
  • Kehidupan sehat dan sejahtera
  • Air bersih dan sanitasi layak
  • Pendidikan Berkualitas
  • Energi Bersih dan Terjangkau
  • Penanganan Perubahan Iklim
  • Ekosistem Lautan
  • Ekosistem Daratan
  • Tanpa Kemiskinan
  • Tanpa Kelaparan
  • Kesetaraan Gender
  • Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan ekonomi
  • Industri, Inovasi & Infrastruktur
  • Berkurangnya Kesenjangan
  • Kota & Pemukiman yang Berkelanjutan
  • Konsumsi & Produksi yang bertanggungjawab

Cantikpreneurship

Faktor-faktor Problem Solving, Kelebihan, dan Kekurangannya

kelebihan model problem solving

Kompas.com Skola

Program pintar, serafica gischa.

Ilustrasi Faktor-faktor Problem Solving, Kelebihan, dan Kekurangannya

Oleh: Rina Kastori, Guru SMP Negeri 7 Muaro Jambi, Provinsi Jambi 

KOMPAS.com - Problem solving adalah kemampuan untuk menyelesaikan segala masalah dan mengambil keputusan yang sulit. 

Dilansir dari buku The Effect of Communication Skills and Interpersonal Problem Solving Skills on Social Self-Efficacy (2013) A Erozkan, problem solving berfungsi sebagai mediator yang digunakan untuk menangani stres dan masalah kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Mengenal Individu dengan Karakteristik Self Control

Faktor-faktor problem solving  

Dikutip dari buku Konsep Adversity dan Problem Solving Skill (2021) oleh Risma Anita dan Ratna Sari Dewi, faktor-faktor yang memengaruhi problem solving , yaitu: 

  • Motivasi 

Individu dengan motivasi rendah perhatiannya mudah teralihkan dalam memecahkan masalah. Namun individu dengan motivasi yang tinggi terus berusaha mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi.

  • Kepercayaan dan sikap yang salah

Individu dengan sifat cenderung menutup diri dan menolak informasi dari orang lain akan lebih sulit dalam memecahkan masalah dibandingkan dengan individu yang memiliki sifat terbuka dan bisa menerima informasi dari orang lain.

Kecenderungan melihat masalah hanya dari satu sisi saja atau kepercayaan yang berlebihan dan tanpa kritis pada pendapat otoritas, dapat menghambat pemecahan masalah yang efisien.

Seringkali emosi mewarnai cara berpikir individu dalam memecahkan masalah, sehingga dalam memecahkan masalah tidak dapat betul-betul berpikir obyektif. 

Emosi bukan hambatan utama dalam pemecahan masalah tetapi bila emosi mencapai intensitas tinggi dapat menimbulkan stress, sehingga mengakibatkan kesulitan berpikir efisien.

Senada dengan penjelasan di atas, Charles dan Lester menjelaskan ada tiga faktor yang memengaruhi proses pemecahan masalah, yakni: 

  • Faktor pengalaman, baik lingkungan maupun personal seperti usia, isi pengetahuan (ilmu), pengetahuan tentang strategi penyelesaian, pengetahuan tentang konteks masalah dan isi masalah. 
  • Faktor afektif, misalnya minat, motivasi, tekanan, kecemasan, toleransi terhadap ambiguitas, ketahanan dan kesabaran. 
  • Faktor kognitif, seperti kemampuan membaca, kemampuan berwawasan, kemampuan menganalisis, keterampilan menghitung, dan lain sebagainya. 

Baca juga: Kegunaan dan Manfaat Self Control dalam kehidupan Sehari-hari

Kelebihan dan kekurangan problem solving

Dilansir dari buku Menjadi Guru  Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan (2007) karya E Mulyasa, berikut penjelasannya: 

Kelebihan problem solving  

Beberapa kelebihan problem solving , di antaranya: 

  • Pemecahan masalah ( problem solving ) merupakan strategi yang cukup bagus untuk lebih memahami kehidupan
  • Pemecahan masalah ( problem solving ) dapat menantang kemampuan seseorang serta memberikan kepuasan untuk menemukan kepuasan dan pengetahuan baru.
  • Pemecahan masalah ( problem solving ) dapat meningkatkan aktivitas seseorang.
  • Pemecahan masalah ( problem solving ) dapat membantu seseorang bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
  • Pemecahan masalah ( problem solving ) dapat membantu seseorang untuk Pemecahan masalah ( problem solving ) dapat mengembangkan kemampuan seseorang untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
  • Pemecahan masalah ( problem solving ) dapat memberikan kesempatan kepada seseorang untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.

Kelemahan problem solving  

Problem solving juga memiliki kekurangannya, yaitu: 

  • Manakala seseorang tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dihadapi sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
  • Keberhasilan melalui problem solving membutuhkan waktu yang cukup lama dan pengalaman.
  • Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang ingin mereka ingin pelajari.

Baca juga: Pengertian Self Regulated Learning (Pembelajaran Mandiri) Menurut Ahli

Suka baca tulisan-tulisan seperti ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dengan mengisi survei Manfaat Kolom Skola

Tag materi IPS kelas 9 definisi problem solving adalah faktor-faktor yang mempengaruhi problem solving kelebihan problem solving adalah kekurangan problem solving

#

Contoh Teks Talking About Self

kelebihan model problem solving

Apa itu Self Efficacy?

kelebihan model problem solving

Self Regulated Learning: Indikator, Faktor-Faktor, dan Cara Meningkatkan

kelebihan model problem solving

Contoh Dialog Self-Introduction

kelebihan model problem solving

Apa yang Dimaksud dengan Power-on Self Test (POST)

kelebihan model problem solving

TTS Eps 137: Yuk Lebaran

TTS Eps 136: Takjil Khas di Indonesia

TTS Eps 136: Takjil Khas di Indonesia

TTS Eps 135: Serba Serbi Ramadhan

TTS Eps 135: Serba Serbi Ramadhan

Games Permainan Kata Bahasa Indonesia

Games Permainan Kata Bahasa Indonesia

TTS - Serba serbi Demokrasi

TTS - Serba serbi Demokrasi

TTS Eps 130 - Tebak-tebakan Garing

TTS Eps 130 - Tebak-tebakan Garing

TTS - Musik Yang Paling Mengguncang

TTS - Musik Yang Paling Mengguncang

4 Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi, Apa Saja?

Terkini Lainnya

Jawaban dari Soal 'Sebuah Produk Kerajinan Akan Kelihatan'

Jawaban dari Soal "Sebuah Produk Kerajinan Akan Kelihatan"

Apa Itu Istilah 'Goro-Goro' dalam Dunia Pewayangan?

Apa Itu Istilah "Goro-Goro" dalam Dunia Pewayangan?

Istilah Limbukan dalam Pewayangan Jawa

Istilah Limbukan dalam Pewayangan Jawa

Sintaksis (Widya Ukara) Bahasa Jawa

Sintaksis (Widya Ukara) Bahasa Jawa

Istilah “Simpingan Wayang” dalam Pewayangan

Istilah “Simpingan Wayang” dalam Pewayangan

4 Contoh Perdagangan Bebas di Asia Tenggara, Eropa, dan Dunia

4 Contoh Perdagangan Bebas di Asia Tenggara, Eropa, dan Dunia

Arane Wong dalam Bahasa Jawa

Arane Wong dalam Bahasa Jawa

Sebutan Prenahe Sedulur dalam Bahasa Jawa

Sebutan Prenahe Sedulur dalam Bahasa Jawa

56 Sebutan Bocah dalam Bahasa Jawa

56 Sebutan Bocah dalam Bahasa Jawa

Arane Nama Tali dalam Bahasa Jawa

Arane Nama Tali dalam Bahasa Jawa

Klasifikasi Bunyi Bahasa: Fonem, Fon, dan Alofon

Klasifikasi Bunyi Bahasa: Fonem, Fon, dan Alofon

Majas Sinekdoke: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Majas Sinekdoke: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Hiponim: Pengertian dan Contohnya

Hiponim: Pengertian dan Contohnya

Mengapa Faktor Struktural Bisa Menjadi Pendorong Mobilitas Sosial?

Mengapa Faktor Struktural Bisa Menjadi Pendorong Mobilitas Sosial?

Future Continuous Tense: Pengertian, Rumus, Fungsi, dan Contohnya

Future Continuous Tense: Pengertian, Rumus, Fungsi, dan Contohnya

Jokowi disebut titipkan 4 nama ke kabinet prabowo, ada bahlil hingga erick thohir, profil salim said, tokoh pers dan pengamat militer yang meninggal dunia, pdi-p dianggap tak solid, suara megawati dan puan disinyalir berbeda, hasil tinju dunia: oleksandr usyk kalahkan tyson fury, jadi juara sejati kelas berat, [populer money] sri mulyani panjat truk kontainer di tanjung priok | blt rp 600.000 tidak kunjung dicairkan, now trending.

Hujan Kritik ke DPR dalam Sepekan karena Pembahasan 3 Aturan: RUU MK, Penyiaran, dan Kementerian

Hujan Kritik ke DPR dalam Sepekan karena Pembahasan 3 Aturan: RUU MK, Penyiaran, dan Kementerian

Jadi Korban Banjir Sumbar, Ritawati: Saya Terus Memimpikan Suami yang Hilang

Jadi Korban Banjir Sumbar, Ritawati: Saya Terus Memimpikan Suami yang Hilang

Elon Musk Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink di Indonesia

Elon Musk Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink di Indonesia

PPP Beri Rekomendasi Maju Pilkada Jatim 2024 untuk Khofifah-Emil

PPP Beri Rekomendasi Maju Pilkada Jatim 2024 untuk Khofifah-Emil

Jokowi Disebut Titipkan 4 Nama ke Kabinet Prabowo, Ada Bahlil hingga Erick Thohir

Mungkin Anda melewatkan ini

Komponen Penyusun Larutan

Komponen Penyusun Larutan

Mengapa Pancasila Dikatakan Memiliki Dimensi Realitas? Ini Jawabannya ....

Mengapa Pancasila Dikatakan Memiliki Dimensi Realitas? Ini Jawabannya ....

Pengertian Problem Solving: Aspek, Ciri, dan Langkah-langkahnya 

Pengertian Problem Solving: Aspek, Ciri, dan Langkah-langkahnya 

Apakah Difusi Terjadi Lebih Cepat dalam Cairan atau Gas?

Apakah Difusi Terjadi Lebih Cepat dalam Cairan atau Gas?

Pengertian, Fungsi, dan Gambar Pola Lantai Horizontal

Pengertian, Fungsi, dan Gambar Pola Lantai Horizontal

www.kompas.com

  • Entertainment
  • Pesona Indonesia
  • Artikel Terpopuler
  • Artikel Terkini
  • Topik Pilihan
  • Artikel Headline
  • Harian KOMPAS
  • Kompasiana.com
  • Pasangiklan.com
  • Gramedia.com
  • Gramedia Digital
  • Gridoto.com
  • Bolasport.com
  • Kontan.co.id
  • Kabar Palmerah
  • Ketentuan Penggunaan
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Pedoman Media Siber

Copyright 2008 - 2023 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

KajianPustaka

Widget html #1, model pembelajaran creative problem solving (cps).

Model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu metode pembelajaran yang pemusatannya tertuju pada keterampilan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasian gagasan-gagasan kreatif. Siswa tidak hanya diajarkan cara menghafal tanpa berpikir, namun dituntut untuk memilih dan mengembangkan suatu tanggapan untuk memperluas proses berpikir.

Model Pembelajaran Creative Problem Solving

Creative problem solving merupakan teknik pembelajaran dalam penyelesaian suatu permasalahan berkaitan dengan pemecahan masalah yang melalui teknik sistematik dan mengorganisasikan gagasan kreatif. Melalui model pembelajaran creative problem solving, siswa dapat memilih dan mengembangkan ide dan pemikirannya. Munculnya solusi kreatif sebagai upaya pemecahan masalah akan menumbuhkan kepercayaan diri, keberanian menyampaikan pendapat, berpikir devergen, dan fleksibel dalam upaya pemecahan masalah.

Creative problem solving dibangun atas tiga macam komponen, yaitu; ketekunan, masalah dan tantangan. Komponen tersebut dapat diimplementasikan secara sistematik dengan berbagai komponen pembelajaran. Model pembelajaran creative problem solving berusaha mengembangkan pemikiran divergen, berusaha mencapai berbagai alternatif dalam memecahkan suatu masalah.

Berikut definisi dan pengertian model pembelajaran creative problem solving dari beberapa sumber buku: 

  • Menurut Shoimin (2014), creative problem solving adalah model pembelajaran yang pemusatannya pada pengajaran dan keterampilan dalam memecahkan masalah. Ketika dihadapkan dengan suatu pernyataan, siswa dapat melakukan keterampilan dalam memecahkan masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya. Tidak hanya dengan cara menghafal tanpa berpikir, keterampilan memecahkan masalah dapat memperluas proses berpikir. 
  • Menurut Baharudin (2010), creative problem solving adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
  • Menurut Cahyono (2009), creative problem solving adalah suatu metode pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan ketrampilan memecahkan masalah, yang diikuti dengan penguatan ketrampilan.

Karakteristik Model Pembelajaran Creative Problem Solving 

Menurut Imam (2010), model pembelajaran creative problem solving memiliki tiga karakteristik yang menjadi prosedur dalam proses pembelajarannya, yaitu sebagai berikut: 

  • Menemukan fakta, melibatkan penggambaran masalah, mengumpulkan, dan meneliti data dan informasi yang bersangkutan. 
  • Menentukan gagasan, berkaitan dengan memunculkan dan memodifikasi gagasan tentang strategi pemecahan masalah. 
  • Menemukan solusi, yaitu proses evaluasi sebagai puncak pemecahan masalah.

Menurut Menurut Suryosubroto (2009), karakteristik dari model pembelajaran creative problem solving adalah sebagai berikut: 

  • Melatih siswa untuk berpikir divergen dalam memecahkan masalah dengan berbagai cara, mampu memberikan berbagai alternatif pemecahan atas sebuah masalah dan kemampuan mengemukakan berbagai gagasan baru, dengan cara-cara baru yang jarang dilakukan oleh orang lain.
  • Peran pendidik lebih banyak menempatkan diri sebagai fasilitator, motivator dan dinamisator belajar bagi peserta didik.

Tujuan Metode Creative Problem Solving 

Menurut Shoimin (2014), melalui model pembelajaran creative problem solving siswa diharapkan mampu:

  • Menyatakan urutan langkah-langkah pemecahan masalah dalam creative problem solving. 
  • Menemukan kemungkinan-kemungkinan strategi pembelajaran.
  • Mengevaluasi dan menyeleksi kemungkinan-kemungkinan tersebut kaitannya dengan kriteria-kriteria yang ada. 
  • Memilih suatu pilihan solusi yang optimal. 
  • Mengembangkan suatu rencana dalam mengimplementasikan strategi pemecahan masalah. 
  • Mengartikulasikan bagaimana creative problem solving dapat digunakan dalam berbagai bidang/situasi.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Creative Problem Solving 

Menurut Huda (2013), sintak atau tahapan proses dalam model pembelajaran Creative Problem Solving menurut model Osborn-Parnes dikenal dengan istilah OFPISA, yaitu Objective, Finding, Fact Finding, Idea Finding, Solution Finding, dan Acceptence Finding. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

a. Objective Finding 

Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok. Siswa mendiskusikan situasi permasalahan yang diajukan guru dan membrainstroming sejumlah tujuan atau sasaran yang bisa digunakan untuk kerja kreatif mereka. Sepanjang proses ini siswa diharapkan bisa membuat suatu konsensus tentang sasaran yang hendak dicapai kelompoknya.

b. Fact Finding 

Siswa membrainstroming semua fakta yang mungkin berkaitan dengan sasaran tersebut. Guru mendaftar setiap perspektif yang dihasilkan oleh siswa. Guru memberi waktu kepada siswa untuk berefleksi tentang fakta-fakta apa saja yang menurut mereka paling relevan dengan sasaran dan solusi permasalahan.

c. Problem Finding 

Salah satu aspek terpenting dari kreativitas adalah mendefinisikan kembali perihal permasalahan agar siswa bisa lebih dekat dengan masalah sehingga memungkinkannya untuk menemukan solusi yang lebih jelas. Salah satu teknik yang bisa digunakan adalah membrainstroming beragam cara yang mungkin dilakukan untuk semakin memperjelas sebuah masalah.

d. Idea Finding 

Pada langkah ini, gagasan-gagasan siswa didaftar agar siswa bisa melihat kemungkinan menjadi solusi atas situasi permasalahan. Ini merupakan langkah brainstorming yang sangat penting. Setiap usaha siswa harus diapresiasi sedemikian rupa dengan penulisan setiap gagasan, tidak peduli seberapa relevan gagasan tersebut akan menjadi solusi. Setelah gagasan-gagasan terkumpul, cobalah meluangkan beberapa saat untuk menyortir mana gagasan yang potensial dan yang tidak potensial sebagai solusi. Tekniknya adalah evaluasi cepat atas gagasan-gagasan tersebut untuk menghasilkan hasil sortir gagasan yang sekiranya bisa menjadi pertimbangan solusi lebih lanjut.

e. Solution Finding 

Pada tahap ini, gagasan-gagasan yang memiliki potensi terbesar dievaluasi bersama. Salah satu caranya adalah dengan membrainstroming kriteria-kriteria yang dapat menentukan seperti apa solusi yang terbaik itu seharusnya. Kriteria ini dievaluasi hingga ia menghasilkan penilaian yang final atas gagasan yang pantas menjadi solusi atas situasi permasalahan.

f. Acceptance Finding 

Pada tahap ini, siswa mulai mempertimbangkan isu-isu nyata dengan cara berpikir yang sudah mulai berubah. Siswa diharapkan sudah memiliki cara baru untuk menyelesaikan berbagai masalah secara kreatif. Gagasan-gagasan mereka diharapkan sudah bisa digunakan tidak hanya untuk menyelesaikan masalah, tetapi juga untuk mencapai kesuksesan.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Creative Problem Solving 

Setiap model pembelajaran pada umumnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing begitu juga dengan model pembelajaran creative problem solving. Menurut Istarani dan Ridwan (2014), kelebihan dan kekurangan creative problem solving adalah sebagai berikut:

a. Kelebihan 

Kelebihan atau keunggulan model pembelajaran creative problem solving yaitu:

  • Berpikir dan bertindak kreatif.
  • Dapat membuat pendidikan sekolah lebih baik relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja. 
  • Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis. 
  • Merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
  • Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 
  • Mengidentifikasikan dan melakukan penyelidikan.
  • Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
  • Memilih fakta aktual sebagai dasar dan landasan untuk membahas pembelajaran.
  • Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinalitas ide, kreativitas kognitif tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing keterbukaan, dan sosialisasi.
  • Menumbuhkan rasa kebersamaan siswa melalui diskusi akhir dari pemecahan masalah.

b. Kekurangan 

Kekurangan atau kelemahan model pembelajaran creative problem solving yaitu:

  • Memerlukan waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. 
  • Beberapa pokok bahasan sangat sulit dalam menerapkan sebuah metode pembelajaran ini. Sehingga menyebabkan siswa sulit untuk melihat, mengamati, dan menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 
  • Sulit mencari masalah yang benar-benar aktual dalam pembelajaran.
  • Adanya masalah yang tidak relevan dengan materi pembelajaran.
  • Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa memerlukan kemampuan dan keterampilan guru.
  • Mengubah kebiasaan siswa belajar merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa untuk menerima informasi dari guru.

PENDIDIKAN VOKASI

Free and Premium Blgger Templates

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Problem Solving

Kelebihan model pembelajaran problem solving antara lain sebagai berikut:, kelemahan model pembelajaran problem solving antara lain sebagai berikut..

Search This Blog

Mandandi.com.

Blog Tentang Pendidikan

Kelebihan dan Kekurangan Metode / Tehnik Problem solving

Metode problem solving, langkah langkah metode / tehnik problem solving.

Penggunaan metode ini dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan  taraf kemampuannya. b. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Misalnya, dengan jalan membaca buku-buku, meneliti, bertanya   berdiskusi dan lain-lain. c. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. Dugaan jawaban ini tentu saja didasarkan kepada data yang telah diperoleh, pada langkah kedua di atas. d. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam langkah ini siswa harus berusaha memecahkan  masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. Apakah sesuai dengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai. Untuk menguji kebenaran jawaban ini tentu saja diperlukan metode-metode lainnya seperti demonstrasi, tugas diskusi, dan lain-lain. e. Menarik kesimpulan. Artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi. Catatan : Metode problem solving akan melibatkan banyak kegiatan sendiri dengan bimbingan dari para pengajar.

Metode Problem Solving mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut

L) kelebihan metode problem solving, 2) kekurangan metode problem solving.

Bagikan Artikel

Posting Komentar

Postingan populer, download kartu ujian un / us format word, cara menentukan nilai r hitung, masalah pengelolaan kelas dan cara mengatasinya, download contoh lembar jawaban un (ujian nasional ) dan us (ujian sekolah), download contoh surat sk pengangkatan guru dan tenaga kependidikan sd, smp, sma, jenis dan konsep permainan gerak dasar pada aktivitas air, download surat kuasa dari orang tua wali murid untuk pengambilan pip/bsm secara kolektif, cara tarik data peserta didik mutasi masuk / pindah sekolah di dapodik 2023 dari sesama sekolah pengguna aplikasi dapodikdasmen, download contoh berita acara ujian sekolah / asesmen sumatif file ms. word.

COMMENTS

  1. Model Pembelajaran Problem Solving (Penjelasan Lengkap)

    Secara umum salah satu kelebihan dari model pembelajaran problem solving adalah meningkatnya daya kritis siswa dalam pembelajaran. Selain itu, menurut Shoimin (2017, hlm. 137-138) kelebihan dari model pembelajaran problem solving adalah sebagai berikut. Membuat peserta didik lebih menghayati pembelajaran berdasarkan kehidupan sehari-hari.

  2. Kelebihan dan Kekurangan Metode Problem Solving

    Adapun kekurangan metode problem solving adalah sebagai berikut: 1. Memerlukan cukup banyak waktu, 2. Melibatkan lebih banyak orang. 3. Dapat mengubah kebiasaan peserta didik belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru, 4. Dapat diterapkan secara langsung yaitu untuk memecahkan masalah[1]

  3. Metode Problem Solving: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan

    Menurut Purwanto, metode problem solving adalah suatu proses dengan menggunakan strategi, cara, atau teknik tertentu untuk menghadapi situasi baru, agar keadaan tersebut dapat dilalui sesuai keinginan yang ditetapkan. Kelebihan Metode Problem Solving. Metode problem solving memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah sebagai berikut: 1.

  4. Model Pembelajaran Problem Solving: Menyenangkan, Praktis, dan Efektif

    Temukan kelebihan menjadikan model pembelajaran problem solving sebagai alat efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa. Dengan pendekatan yang praktis dan interaktif, model ini mendorong siswa untuk mengatasi tantangan dan menemukan solusi inovatif dalam berbagai situasi. Baca artikel ini dan temukan bagaimana model pembelajaran problem solving menjadi kunci ...

  5. Model Pembelajaran Problem Solving dan Sintaknya: Memecahkan Masalah

    Kelebihan Model Pembelajaran Problem Solving. Model pembelajaran problem solving memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut: Mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mencari solusi terhadap masalah. Mengembangkan kemampuan berpikir sistematis dan logis. Menghubungkan pengetahuan yang telah dipelajari dengan situasi dunia ...

  6. Problematika Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Pada

    Kelebihan dan kekurangan problem solving a) Kelebihan model problem solving 1) Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran; 2) Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa; 3) Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas siswa

  7. Model Pembelajaran Problem Solving

    Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Problem Solving Pembelajaran problem solving memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihannya yakni dapat membantu peserta didik meningkatkan daya kekritisan peserta didik. kemudian, pembelajaran tersebut juga menjadikan peserta didik untuk selalu terbiasa menyelesaikan berbagai masalah.

  8. Advantages and Disadvantages of Problem Based Learning Models

    Pendidikan perlu mengembangkan model pembelajran inovatif untuk meningkatkan keterampilan 4C peserta didik. Salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan adalah Problem Based Learning. Oleh karena itu penulis membahas mengenai kelebihan dan kekurangan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) sehingga para

  9. PDF BAB II KAJIAN TEORI A. 1. a. Pengertian Metode Problem Solving

    BAB II KAJIAN TEORI. A. Kajian Teori 1. Metode Problem Solving a. Pengertian Metode Problem Solving. Metode Pembelajaran sangat diperlukan untuk mencapai target yang diharapkan selama proses pembelajaran. Untuk itu guru harus bisa memilih metode mana yang cocok diterapkan kepada siswanya agar mendapat hasil yang baik dan sesuai harapan.

  10. Pembelajaran Pendekatan Pemecahan Masalah (Problem Solving)

    Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Pendekatan Masalah. Setiap hal ada kelebihan dan kekurangannya, termasuk pendekatan pembelajaran yang satu ini. ... Efektivitas Model Creative Problem Solving dengan Media Teka-Teki Silang Daun Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Sekolah Dasar - Erwin Putera Permana (2018)

  11. (Pdf) Model Pembelajaran Creative Problem Solving (Cps) Untuk

    Keywords: creative thinking ability, academic achievement, creative problem solving Abstrak. Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu dari keterampilan abad 21 yang harus dimiliki siswa.

  12. Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA. Liska1, Ahyo Ruhyanto2, Rini Agustin Eka Yanti3. 1,2,3 Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Galuh JL.R.E Martadinata no. 150, Ciamis, Indonesia Email: [email protected], [email protected].

  13. Model Pembelajaran Problem Solving: Pengertian dan Langkahnya

    Pengertian. Model pembelajaran problem solving adalah alur yang dipakai untuk panduan dalam melaksanakan dan menyiapkan belajar mengajar di kelas.. Metode problem solving juga bisa diartikan langkah dalam presentasi materi yang mana masalah digunakan sebagai tumpuan untuk dibahas, disintesis dan dianalisis untuk bisa memperoleh solusi/pemecahan masalah.

  14. PDF BAB II LANDASAN TEORI A. Model Pembelajaran Problem Solving

    2. kelebihan dan kekurangan Model Pembelajaran Problem Solving a) Kelebihan model pembelajaran problem solving 1) Siswa bisa menyelesaikan permasalahan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. 2) Siswa akan terbiasa menyelesaikan atau memecahkan permasalahannya. 3) Menumbuhkan kemampuan berpikir pada siswa secara kreatif.26

  15. Keunggulan dan Kelemahan Metode Berbasis Masalah (Problem Solving

    Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) merupakan metode yang modern dalam arti benar - benar melibatkan murid - murid dalam proses belajar yang menuntut kreativitas inisiatif dan logika. ... Melihat model pembelajaran berbasis pemecahan masalah akan dapat merangsang dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk atas inisiatif sendiri mampu ...

  16. Faktor-faktor Problem Solving, Kelebihan, dan Kekurangannya

    Faktor-faktor problem solving. Dikutip dari buku Konsep Adversity dan Problem Solving Skill (2021) oleh Risma Anita dan Ratna Sari Dewi, faktor-faktor yang memengaruhi problem solving, yaitu: Motivasi. Individu dengan motivasi rendah perhatiannya mudah teralihkan dalam memecahkan masalah. Namun individu dengan motivasi yang tinggi terus ...

  17. Problem Solving: Arti, Metode, Contoh, Proses & Tips Pentingnya

    Berikut adalah beberapa contoh kasus yang sering terjadi di dunia kerja di mana kemampuan problem solving sangat dibutuhkan. 1. Menyelesaikan komplain pelanggan. Di kasus ini, jelas sebagai seorang profesional, kamu harus memikirkan bagaimana langkah-langkah menyelesaikan masalahnya.

  18. Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS)

    Menurut Imam (2010), model pembelajaran creative problem solving memiliki tiga karakteristik yang menjadi prosedur dalam proses pembelajarannya, yaitu sebagai berikut: Menemukan fakta, melibatkan penggambaran masalah, mengumpulkan, dan meneliti data dan informasi yang bersangkutan. Menentukan gagasan, berkaitan dengan memunculkan dan ...

  19. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Creative Problem Solving

    Model Pembelajaran Creative Problem Solving. Menurut Miftahul Huda pendekatan CPS mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan-kelebihan dari pendekatan CPS ini adalah sebagai berikut: Pendekatan CPS ini lebih memberi kesempatan kepada siswa untuk memahami konsep-konsep dengan cara menyelesaikan suatu permasalahan. Pendekatan CPS dapat ...

  20. (PDF) PROBLEM SOLVING

    Chapter ini akan membahas tentang hubungan antara keterampilan problem solving dengan keterampilan abad 21, konsep, karakteristik, prinsip, langkah-langkah dan contoh penerapan metode problem ...

  21. Selective Problem Solving (sps): A Model for Teaching Creative Problem

    The selective problem solving is suitable for improving the skill to solve mathematical problems, because the selective problem solving learning model focuses on teaching and problemsolving skills ...

  22. Identification of Problem-Solving Techniques in Computational Thinking

    Problem solving (PS), a component of critical thinking (Chaisri et al., 2019; Kuo et al., 2020), is a form of human intelligence that uses a structural phase to find an unknown or developing answer (Jones-Harris & Chamblee, 2017; Polya, 1981); PS organizes thoughts and processes to find a solution.Problem solving is a human skill that is required to deal with the complexity of problems (Durak ...

  23. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Problem Solving

    Kelebihan model pembelajaran problem solving antara lain sebagai berikut: 1. Mendidik siswa untuk berpikir secara sistematis. 2. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 3. Berpikir dan bertindak kreatif. 4. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis.

  24. Kelebihan dan Kekurangan Metode / Tehnik Problem solving

    Langkah Langkah metode / tehnik problem solving. a. Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya. b. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan. untuk memecahkan masalah tersebut. Misalnya, dengan jalan membaca buku-buku, meneliti, bertanya berdiskusi dan lain-lain.